<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0" xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/">
  <channel>
    <title>cece</title>
    <link>https://sagittaurus.writeas.com/</link>
    <description></description>
    <pubDate>Thu, 15 Oct 2026 01:26:11 +0000</pubDate>
    <item>
      <title>FILTE : Glosarium. </title>
      <link>https://sagittaurus.writeas.com/filte-glosarium?pk_campaign=rss-feed</link>
      <description>&lt;![CDATA[  this page contain list of terms   related to banking field as our main character is a bank teller. will be gradually added if needed as the story going.  !--more--&#xA;&#xA;banking hall : tempat dimana semua pelayanan atau transaksi perbankan dilakukan termasuk juga kursi tunggu antrean. &#xA;&#xA;counter teller : tempat nasabah transaksi di teller. &#xA;&#xA;name desk : papan nama para frontliner yang biasanya ada di meja atau konter layanan mereka. &#xA; &#xA;IPC : izin potong cuti. jadi semisal ada urusan mendadak, gak bisa masuk kerja, boleh ajuin cuti mendadak yang di potong dari jatah cuti tahunan.&#xA;&#xA;block leave : ini cuti selama lima hari yang wajib diambil sama karyawan setiap tahunnya.&#xA;&#xA;ban/ngeban uang : di bank, kalau jumlah uang sudah mencapai 100 lembar itu harus diberi label bank yang bersangkutan. labelnya terbuat dari kertas. nanti setelah uangnya di ban, biasanya sisi kiri dan kanannya di cap stempel nama teller sama tanggal peneriman uang tersebut.&#xA;&#xA;frontliner : para teller dan customer service.&#xA;&#xA;overbooking : atau pindah buku. ini transaksi dari rekening sesama bank yang menaungi. misalnya dari rekening a pindah buku ke rekening b, bank nya sama-sama bank ABC. bisa dilakukan dari rekening rekening giro (pakai cheque) maupun rekening tabungan. &#xA;&#xA;cair tunai : ini biasanya transaksi dari cek. dimana nasabah mencairkan cek dengan cara ditunaikan (nasabah bawa dalam bentuk cash). &#xA;&#xA;cek (cheque) : alat transaksi untuk rekening giro. saat ditransaksikan, cek bisa ditunaikan (cash) / dipindahbukukan, baik ke rekening sesama bank yang bersangkutan maupun ke bank lain.&#xA;&#xA;bilyet giro : juga alat transaksi untuk rekening giro. bedanya sama cek, ketika ditransaksikan bilyet giro harus dipindahbukukan dan tidak bisa dicairkan secara tunai. &#xA;&#xA;rekening giro (current account) : produk perbankan untuk nasabah perusahaana ataupun perorangan yang alat transaksinya berupa bilyet giro dan cek. &#xA;&#xA;specimen : tanda tangan pejabat berwenang dan/stempel pada kepemilikan rekening giro yang tersimpan pada sistem di bank yang bersangkutan. kalau ada yang transaksi lewat cek atau bilyet tapi spesimennya gak sesuai sama yang ada di sistem, transaksinya gak bisa dijalanin.&#xA;&#xA;rekening tabungan (saving account) : rekening yang biasa dimiliki oleh nasabah perorangan. alat transaksinya berupa kartu ATM dan buku tabungan.&#xA;&#xA;slip : formulir transaksi yang harus diisi oleh nasabah. &#xA;&#xA;outgoing transfer : transfer ke luar negeri. &#xA;&#xA;SWIFT : jaringan yang digunakan untuk proses transfer ke luar negeri. &#xA;&#xA;denominasi : pecahan uang. pecahan 100 ribu, pecahan 50 ribu, dst.&#xA;&#xA;special rate : kurs spesial. biasanya, kalau transfer ke luar negeri di atas jumlah nominal tertentu (contoh : $10.000) nasabah akan ditawarkan kesempayan untuk mendapatkan kurs yang lebih kecil dibandingkan dengan kurs yang berlaku di konter. biasanya untuk deal kurs spesial ini urusannya sama bagian treasury. &#xA;&#xA;nyaldo : istilah yang dipakai sama teller-teller ini menjelang waktu istirahat mereka ataupun pada saat mereka selisih. ada yang namanya saldo sistem sama saldo fisik. kalau jumlah saldo fisik sama saldo sistem sama, berarti klop. kalau nggak sama, yaa selisih. &#xA;&#xA;underlying : dokumen-dokumen yang dibutuhkan untuk menjadi pelengkap atau penunjang transaksi. &#xA;&#xA;konfirmasi : proses yang dilakukan pihak cabang yang akan memproses sebuah keluhan (pada customer service) maupun menjalankan transaksi (pada teller) kepada cabang pengelola / pembuka rekening nasabah dengan mengirimkan lembar konfirmasi. untuk konfirmasi yang dijalankan oleh teller, biasanya terkait dengan nominal besar yang melebihi ketentuan (untuk transaksi bisa langsung dijalankan) dari sebuah rekening giro atau bisa juga spesimen yang tidak muncul di sistem.&#xA;&#xA;- -&#xA;&#xA;cc.&#xA;]]&gt;</description>
      <content:encoded><![CDATA[<blockquote><p><em><strong>this page contain list of terms   related to banking field as our main character is a bank teller. will be gradually added if needed as the story going.</strong></em>  </p></blockquote>

<p><em><strong>banking hall</strong></em> : tempat dimana semua pelayanan atau transaksi perbankan dilakukan termasuk juga kursi tunggu antrean.</p>

<p><em><strong>counter teller</strong></em> : tempat nasabah transaksi di teller.</p>

<p><em><strong>name desk</strong></em> : papan nama para frontliner yang biasanya ada di meja atau konter layanan mereka.</p>

<p><em><strong>IPC</strong></em> : izin potong cuti. jadi semisal ada urusan mendadak, gak bisa masuk kerja, boleh ajuin cuti mendadak yang di potong dari jatah cuti tahunan.</p>

<p><em><strong>block leave</strong></em> : ini cuti selama lima hari yang wajib diambil sama karyawan setiap tahunnya.</p>

<p><em><strong>ban/ngeban uang</strong></em> : di bank, kalau jumlah uang sudah mencapai 100 lembar itu harus diberi label bank yang bersangkutan. labelnya terbuat dari kertas. nanti setelah uangnya di ban, biasanya sisi kiri dan kanannya di cap stempel nama teller sama tanggal peneriman uang tersebut.</p>

<p><em><strong>frontliner</strong></em> : para teller dan customer service.</p>

<p><em><strong>overbooking</strong></em> : atau pindah buku. ini transaksi dari rekening sesama bank yang menaungi. misalnya dari rekening a pindah buku ke rekening b, bank nya sama-sama bank ABC. bisa dilakukan dari rekening rekening giro (pakai cheque) maupun rekening tabungan.</p>

<p><em><strong>cair tunai</strong></em> : ini biasanya transaksi dari cek. dimana nasabah mencairkan cek dengan cara ditunaikan (nasabah bawa dalam bentuk cash).</p>

<p><em><strong>cek (cheque)</strong></em> : alat transaksi untuk rekening giro. saat ditransaksikan, cek bisa ditunaikan (cash) / dipindahbukukan, baik ke rekening sesama bank yang bersangkutan maupun ke bank lain.</p>

<p><em><strong>bilyet giro</strong></em> : juga alat transaksi untuk rekening giro. bedanya sama cek, ketika ditransaksikan bilyet giro <strong>harus</strong> dipindahbukukan dan tidak bisa dicairkan secara tunai.</p>

<p><em><strong>rekening giro (current account)</strong></em> : produk perbankan untuk nasabah perusahaana ataupun perorangan yang alat transaksinya berupa bilyet giro dan cek.</p>

<p><em><strong>specimen</strong></em> : tanda tangan pejabat berwenang dan/stempel pada kepemilikan rekening giro yang tersimpan pada sistem di bank yang bersangkutan. kalau ada yang transaksi lewat cek atau bilyet tapi spesimennya gak sesuai sama yang ada di sistem, transaksinya gak bisa dijalanin.</p>

<p><em><strong>rekening tabungan (saving account)</strong></em> : rekening yang biasa dimiliki oleh nasabah perorangan. alat transaksinya berupa kartu ATM dan buku tabungan.</p>

<p><em><strong>slip</strong></em> : formulir transaksi yang harus diisi oleh nasabah.</p>

<p><em><strong>outgoing transfer</strong></em> : transfer ke luar negeri.</p>

<p><em><strong>SWIFT</strong></em> : jaringan yang digunakan untuk proses transfer ke luar negeri.</p>

<p><em><strong>denominasi</strong></em> : pecahan uang. pecahan 100 ribu, pecahan 50 ribu, dst.</p>

<p><em><strong>special rate</strong></em> : kurs spesial. biasanya, kalau transfer ke luar negeri di atas jumlah nominal tertentu (contoh : $10.000) nasabah akan ditawarkan kesempayan untuk mendapatkan kurs yang lebih kecil dibandingkan dengan kurs yang berlaku di konter. biasanya untuk deal kurs spesial ini urusannya sama bagian <em>treasury</em>.</p>

<p><em><strong>nyaldo</strong></em> : istilah yang dipakai sama teller-teller ini menjelang waktu istirahat mereka ataupun pada saat mereka selisih. ada yang namanya saldo sistem sama saldo fisik. kalau jumlah saldo fisik sama saldo sistem sama, berarti <em><strong>klop</strong></em>. kalau nggak sama, yaa selisih.</p>

<p><em><strong>underlying</strong></em> : dokumen-dokumen yang dibutuhkan untuk menjadi pelengkap atau penunjang transaksi.</p>

<p><em><strong>konfirmasi</strong></em> : proses yang dilakukan pihak cabang yang akan memproses sebuah keluhan (pada customer service) maupun menjalankan transaksi (pada teller) kepada cabang pengelola / pembuka rekening nasabah dengan mengirimkan lembar konfirmasi. untuk konfirmasi yang dijalankan oleh teller, biasanya terkait dengan nominal besar yang melebihi ketentuan (untuk transaksi bisa langsung dijalankan) dari sebuah rekening giro atau bisa juga spesimen yang tidak muncul di sistem.</p>

<hr/>

<p><em><strong>cc.</strong></em></p>
]]></content:encoded>
      <guid>https://sagittaurus.writeas.com/filte-glosarium</guid>
      <pubDate>Fri, 27 Sep 2024 06:43:24 +0000</pubDate>
    </item>
    <item>
      <title>Soulmarks : Chapter 1, Sekolah Baru dan Teman Baru. </title>
      <link>https://sagittaurus.writeas.com/soulmarks-chapter-1-sekolah-baru-dan-teman-baru?pk_campaign=rss-feed</link>
      <description>&lt;![CDATA[  848 words.&#xA;  first day of school. !--more--&#xA;&#xA;Sunghoon bersumpah. &#xA;&#xA;Hari ini dirinya seperti sedang dikutuk oleh dewi fortuna. &#xA;&#xA;Seakan belum cukup dengan kehujanan dan kesasar di jalan, sekarang ia harus berurusan dengan satpam penjaga gerbang sekolah barunya yang sibuk mengintrogasi keterlambatannya. &#xA;&#xA;“Saya murid baru, pak. Baru pindah hari ini.” Jelas Sunghoon untuk yang kesekian kalinya. &#xA;&#xA;Melihat murid di hadapannya ini tetap pada pernyataan yang sama setelah berkali-kali ditanya, membuat satpam ini akhirnya luluh dan membukakan pintu gerbang untuknya. &#xA;&#xA;“Ya sudah. Ayo, kamu ikut saya.” Ajak pria gagah tersebut pada Sunghoon.&#xA;&#xA;Sunghoon pun mengekor di belakangnya. Ia dibawa menuju ke sebuah ruangan, yang bisa ia duga sebagai ruang guru. &#xA;&#xA;Tampak petugas keamanan itu berbicara dengan seorang guru yang berpapasan di ambang pintu. &#xA;&#xA;“Permisi, Mr. Heechul.” &#xA;&#xA;“Oh! Ya, ya. Pagi, pak!” Balas pria dengan penampilan dandy tersebut dengan ramah. &#xA;&#xA;Tanpa membuat waktu, si satpam langsung beralih menatap Sunghoon, “Ini, Mr. Ada siswa yang terlambat, katanya siswa pindahan. Saya tadi mau tanya sama guru piket, ternyata guru piketnya sedang tidak di tempat.” Jelasnya.&#xA;&#xA;Guru itu pun mengarahkan pandangannya ke arah Sunghoon. Dengan cepat, Sunghoon tersenyum tipis dan membungkukkan kepalanya sopan.&#xA;&#xA;“Ooh! Sunghoon, ya?” Tanya Mr. Heechul dengan pasti.&#xA;&#xA;Agak sedikit terkejut Sunghoon saat guru itu mengetahui namanya. Ia pun mengangguk pelan, “Iya, benar. Nama saya Sunghoon, Mr.”&#xA;&#xA;“Ini siswa pindahan, pak. Anak walinya miss Fei. Langsung diantarkan ke kalasnya saja. Tapi, tunggu sebentar. Miss Fei sedang mengajar di kelas berapa, ya? Coba saya lihat dulu.”&#xA;&#xA;Mr. Heechul melihat ke arah layar besar yang berada di ruangan pintu masuk tersebut, berisikan nama-nama guru disana dan informasi dimana mereka sedang mengisi materi pelajaran. &#xA;&#xA;“Miss Fei ternyata sudah ada di kelas yang beliau walikan, pak. Silahkan diantar saja anaknya langsung.” &#xA;&#xA;“Baik, Mr. Kalau begitu saya permisi, yaa.” &#xA;&#xA;Mr. Heechul pun mengangguk dengan senyum ramahnya. “Iya. Eh—lho? Itu ada Jeongseong, ketua kelasnya dia. Jongseong-ah!” &#xA;&#xA;Sunghoon refleks menolehkan kepalanya ke arah yang dipanggil oleh sang guru. &#xA;&#xA;Dan seketika, dunia Sunghoon rasanya seperti berhenti berputar. &#xA;&#xA;Yang bergerak hanyalah pemuda bernama Jongseong itu, mendekat ke arahnya dengan gerakan slow motion.&#xA;&#xA;Obsidian mereka saling bertubrukan.&#xA;&#xA;Ada secercah perasaan aneh yang mengiring dalam lubuk hati Sunghoon.&#xA;&#xA;“Jongseong,” Panggil Mr. Heechul lagi, membuat atensi pemuda itu berpendar dari Sunghoon. “Habis darimana?”&#xA;&#xA;“Ruang administrasi, Mr. Habis kembaliin rapot teman-teman,” Jawab Jongseong.&#xA;&#xA;“Aah, begitu. Ini teman sekelas kamu yang baru pindah hari ini. Tolong sekalian ajak ke kelas, ya?” Pinta Mr. Heechul, “Miss Fei ada di kelas kalian, kan?”&#xA;&#xA;Jongseong pun mengangguk dan kembali menatap Sunghoon dengan senyum kecil sambil menyapanya, “Halo.” &#xA;&#xA;Sunghoon memutus tatapan mereka dengan membungkuk kecil, sebagai tanda membalas sapaan tersebut melalui bahasa tubuhnya. &#xA;&#xA;“Sunghoon, kamu ikut sama Jongseong, yaa. Dia ketua kelas kamu.” Jelas Mr. Heechul pada sang murid baru.&#xA;&#xA;Tanpa banyak membantah, Sunghoon pun mengangguk, “Baik. Terimakasih, Mr”&#xA;&#xA;Dengan begitu, Sunghoon pun berjalan menuju ke kelas barunya dengan ditemani oleh sang ketua kelas. &#xA;&#xA;Seperti sebagaimana tadi ia mengekor di belakang pak satpam, sekarang ia melakukan hal yang sama di belakang pemuda bernama Jongseong.&#xA;&#xA;Jongseong pun menyadari hal tersebut. &#xA;&#xA;Ia memperlambat langkahnya dan menyejajarkan dirinya di samping Sunghoon. &#xA;&#xA;Sunghoon menoleh ke arah Jongseong.&#xA;&#xA;Tanpa ia bertanya, Jongseong seperti sudah mengerti dari cara Sunghoon menatapnya yang seakan bertanya kenapa.&#xA;&#xA;“Sama-sama aja yaa jalannya?” Kata Jongseong pelan.&#xA;&#xA;Sunghoon mengangguk pelan. &#xA;&#xA;Tidak sampai lima menit kemudian, mereka pun sampai di depan sebuah ruang kelas yang terletak di lantai tiga bagunan tersebut. &#xA;&#xA;“Lo masuk duluan aja, ya?” Kata Jongseong sebelum mereka masuk ke dalam kelas.&#xA;&#xA;Ingin hati bertanya kenapa, tapi Sunghoon tidak benar-benar melakukan. &#xA;&#xA;“Makasih, yaa.” Ujarnya pada Jongseong. &#xA;&#xA;Lagi, senyum itu dilemparkan Jongseong padanya. “Sama-sama.” &#xA;&#xA;Setelahnya, si ketua kelas pun berlalu pergi meninggalkannya di depan pintu kelas seorang diri. &#xA;&#xA;Sunghoon menarik nafasnya dalam-dalam. Berusaha mengumpulkan nyalinya sebelum ia mengetuk pintu tersebut. &#xA;&#xA;Ketika dirasa sudah cukup, ia memberanikan diri untuk mengetuk. &#xA;&#xA;Knock. Knock. Knock. &#xA;&#xA;“Silahkan masuk.” Terdengar suara lembut mempersilakan.&#xA;&#xA;Diayunkannya daun pintu tersebut dan puluhan pasang mata langsung menyambutnya. &#xA;&#xA;“Permisi, miss. Saya siswa pindahan yang akan mulai bersekolah disini mulai hari ini. Maaf, saya terlambat.” Sunghoon menjelaskan dirinya.&#xA;&#xA;“Oh! Iya, sini, nak. Masuk, masuk.” Sambut wanita cantik itu dengan hangat. &#xA;&#xA;Sunghoon pun mulai melangkahkan kakinya dan masuk ke dalam kelas tersebut. &#xA;&#xA;Ia berhenti di tengah-tengah ruangan seraya didampingi oleh sang wali kelas. &#xA;&#xA;“Anak-anak, ini dia teman baru kita!” Beliau memberitahukan ke seluruh penjuru kelas, dan kembali menatap Sunghoon, “Ayo, perkenalkan diri kamu dulu, nak.”&#xA;&#xA;Sunghoon bisa melihat teman-teman sekelasnya menatapnya dengan pandangan penasaran.&#xA;&#xA;“Halo, semuanya. Selamat pagi. Namaku Sunghoon. Mohon bantuannya, yaa. Salam kenal.” Sunghoon memperkalkan diri dengan seadanya. &#xA;&#xA;Namun, reaksi yang ia dapat dari teman-temannya ternyata jauh di luar dugaan. &#xA;&#xA;“HALOOOO SUNGHOON! SALAM KENAL JUGAAAAA!” Balas mereka semua serentak sambil memamerkan cengiran lebar dan melambai ke arah Sunghoon dengan antusias. &#xA;&#xA;Mau tak mau, kedua ujung bibir Sunghoon terangkat membentuk sebuah lengkungan bahagia di wajahnya setelah melihat sambutan hangat yang didapatnya. &#xA;&#xA;“Nah, sekarang kamu boleh duduk di belakang Ningning sama Chaeryeong, yaa. Sendiri nggak apa-apa ya, Hoon?” &#xA;&#xA;Sunghoon pun mengangguk, “Iya, Miss. Nggak apa-apa, kok.” &#xA;&#xA;Dan Sunghoon pun berjalan menuju tempat duduknya yang berada di paling belakang. &#xA;&#xA;Well, sejauh ini ternyata tidak seburuk apa yang Sunghoon pikirkan. &#xA;&#xA;Semoga saja. &#xA;&#xA;- - &#xA;&#xA;—december 7th,&#xA;cece.&#xA;&#xA;]]&gt;</description>
      <content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>848 words.
first day of school. </p></blockquote>

<p>Sunghoon bersumpah.</p>

<p>Hari ini dirinya seperti sedang dikutuk oleh dewi fortuna.</p>

<p>Seakan belum cukup dengan kehujanan dan kesasar di jalan, sekarang ia harus berurusan dengan satpam penjaga gerbang sekolah barunya yang sibuk mengintrogasi keterlambatannya.</p>

<p>“Saya murid baru, pak. Baru pindah hari ini.” Jelas Sunghoon untuk yang kesekian kalinya.</p>

<p>Melihat murid di hadapannya ini tetap pada pernyataan yang sama setelah berkali-kali ditanya, membuat satpam ini akhirnya luluh dan membukakan pintu gerbang untuknya.</p>

<p>“Ya sudah. Ayo, kamu ikut saya.” Ajak pria gagah tersebut pada Sunghoon.</p>

<p>Sunghoon pun mengekor di belakangnya. Ia dibawa menuju ke sebuah ruangan, yang bisa ia duga sebagai ruang guru.</p>

<p>Tampak petugas keamanan itu berbicara dengan seorang guru yang berpapasan di ambang pintu.</p>

<p>“Permisi, Mr. Heechul.”</p>

<p>“Oh! Ya, ya. Pagi, pak!” Balas pria dengan penampilan <em>dandy</em> tersebut dengan ramah.</p>

<p>Tanpa membuat waktu, si satpam langsung beralih menatap Sunghoon, “Ini, Mr. Ada siswa yang terlambat, katanya siswa pindahan. Saya tadi mau tanya sama guru piket, ternyata guru piketnya sedang tidak di tempat.” Jelasnya.</p>

<p>Guru itu pun mengarahkan pandangannya ke arah Sunghoon. Dengan cepat, Sunghoon tersenyum tipis dan membungkukkan kepalanya sopan.</p>

<p>“Ooh! Sunghoon, ya?” Tanya Mr. Heechul dengan pasti.</p>

<p>Agak sedikit terkejut Sunghoon saat guru itu mengetahui namanya. Ia pun mengangguk pelan, “Iya, benar. Nama saya Sunghoon, Mr.”</p>

<p>“Ini siswa pindahan, pak. Anak walinya miss Fei. Langsung diantarkan ke kalasnya saja. Tapi, tunggu sebentar. Miss Fei sedang mengajar di kelas berapa, ya? Coba saya lihat dulu.”</p>

<p>Mr. Heechul melihat ke arah layar besar yang berada di ruangan pintu masuk tersebut, berisikan nama-nama guru disana dan informasi dimana mereka sedang mengisi materi pelajaran.</p>

<p>“Miss Fei ternyata sudah ada di kelas yang beliau walikan, pak. Silahkan diantar saja anaknya langsung.”</p>

<p>“Baik, Mr. Kalau begitu saya permisi, yaa.”</p>

<p>Mr. Heechul pun mengangguk dengan senyum ramahnya. “Iya. Eh—<em>lho</em>? Itu ada Jeongseong, ketua kelasnya dia. Jongseong-<em>ah</em>!”</p>

<p>Sunghoon refleks menolehkan kepalanya ke arah yang dipanggil oleh sang guru.</p>

<p>Dan seketika, dunia Sunghoon rasanya seperti berhenti berputar.</p>

<p>Yang bergerak hanyalah pemuda bernama Jongseong itu, mendekat ke arahnya dengan gerakan <em>slow motion</em>.</p>

<p>Obsidian mereka saling bertubrukan.</p>

<p>Ada secercah perasaan aneh yang mengiring dalam lubuk hati Sunghoon.</p>

<p>“Jongseong,” Panggil Mr. Heechul lagi, membuat atensi pemuda itu berpendar dari Sunghoon. “Habis darimana?”</p>

<p>“Ruang administrasi, Mr. Habis kembaliin rapot teman-teman,” Jawab Jongseong.</p>

<p>“Aah, begitu. Ini teman sekelas kamu yang baru pindah hari ini. Tolong sekalian ajak ke kelas, ya?” Pinta Mr. Heechul, “Miss Fei ada di kelas kalian, kan?”</p>

<p>Jongseong pun mengangguk dan kembali menatap Sunghoon dengan senyum kecil sambil menyapanya, “Halo.”</p>

<p>Sunghoon memutus tatapan mereka dengan membungkuk kecil, sebagai tanda membalas sapaan tersebut melalui bahasa tubuhnya.</p>

<p>“Sunghoon, kamu ikut sama Jongseong, yaa. Dia ketua kelas kamu.” Jelas Mr. Heechul pada sang murid baru.</p>

<p>Tanpa banyak membantah, Sunghoon pun mengangguk, “Baik. Terimakasih, Mr”</p>

<p>Dengan begitu, Sunghoon pun berjalan menuju ke kelas barunya dengan ditemani oleh sang ketua kelas.</p>

<p>Seperti sebagaimana tadi ia mengekor di belakang pak satpam, sekarang ia melakukan hal yang sama di belakang pemuda bernama Jongseong.</p>

<p>Jongseong pun menyadari hal tersebut.</p>

<p>Ia memperlambat langkahnya dan menyejajarkan dirinya di samping Sunghoon.</p>

<p>Sunghoon menoleh ke arah Jongseong.</p>

<p>Tanpa ia bertanya, Jongseong seperti sudah mengerti dari cara Sunghoon menatapnya yang seakan bertanya kenapa.</p>

<p>“Sama-sama aja yaa jalannya?” Kata Jongseong pelan.</p>

<p>Sunghoon mengangguk pelan.</p>

<p>Tidak sampai lima menit kemudian, mereka pun sampai di depan sebuah ruang kelas yang terletak di lantai tiga bagunan tersebut.</p>

<p>“Lo masuk duluan aja, ya?” Kata Jongseong sebelum mereka masuk ke dalam kelas.</p>

<p>Ingin hati bertanya kenapa, tapi Sunghoon tidak benar-benar melakukan.</p>

<p>“Makasih, yaa.” Ujarnya pada Jongseong.</p>

<p>Lagi, senyum itu dilemparkan Jongseong padanya. “Sama-sama.”</p>

<p>Setelahnya, si ketua kelas pun berlalu pergi meninggalkannya di depan pintu kelas seorang diri.</p>

<p>Sunghoon menarik nafasnya dalam-dalam. Berusaha mengumpulkan nyalinya sebelum ia mengetuk pintu tersebut.</p>

<p>Ketika dirasa sudah cukup, ia memberanikan diri untuk mengetuk.</p>

<p>Knock. Knock. Knock.</p>

<p>“Silahkan masuk.” Terdengar suara lembut mempersilakan.</p>

<p>Diayunkannya daun pintu tersebut dan puluhan pasang mata langsung menyambutnya.</p>

<p>“Permisi, miss. Saya siswa pindahan yang akan mulai bersekolah disini mulai hari ini. Maaf, saya terlambat.” Sunghoon menjelaskan dirinya.</p>

<p>“Oh! Iya, sini, nak. Masuk, masuk.” Sambut wanita cantik itu dengan hangat.</p>

<p>Sunghoon pun mulai melangkahkan kakinya dan masuk ke dalam kelas tersebut.</p>

<p>Ia berhenti di tengah-tengah ruangan seraya didampingi oleh sang wali kelas.</p>

<p>“Anak-anak, ini dia teman baru kita!” Beliau memberitahukan ke seluruh penjuru kelas, dan kembali menatap Sunghoon, “Ayo, perkenalkan diri kamu dulu, nak.”</p>

<p>Sunghoon bisa melihat teman-teman sekelasnya menatapnya dengan pandangan penasaran.</p>

<p>“Halo, semuanya. Selamat pagi. Namaku Sunghoon. Mohon bantuannya, yaa. Salam kenal.” Sunghoon memperkalkan diri dengan seadanya.</p>

<p>Namun, reaksi yang ia dapat dari teman-temannya ternyata jauh di luar dugaan.</p>

<p>“HALOOOO SUNGHOON! SALAM KENAL JUGAAAAA!” Balas mereka semua serentak sambil memamerkan cengiran lebar dan melambai ke arah Sunghoon dengan antusias.</p>

<p>Mau tak mau, kedua ujung bibir Sunghoon terangkat membentuk sebuah lengkungan bahagia di wajahnya setelah melihat sambutan hangat yang didapatnya.</p>

<p>“Nah, sekarang kamu boleh duduk di belakang Ningning sama Chaeryeong, yaa. Sendiri nggak apa-apa ya, Hoon?”</p>

<p>Sunghoon pun mengangguk, “Iya, Miss. Nggak apa-apa, kok.”</p>

<p>Dan Sunghoon pun berjalan menuju tempat duduknya yang berada di paling belakang.</p>

<p>Well, sejauh ini ternyata tidak seburuk apa yang Sunghoon pikirkan.</p>

<p><em><strong>Semoga saja</strong></em>.</p>

<hr/>

<p>—<em>december 7th</em>,
<em><strong>cece</strong></em>.</p>
]]></content:encoded>
      <guid>https://sagittaurus.writeas.com/soulmarks-chapter-1-sekolah-baru-dan-teman-baru</guid>
      <pubDate>Tue, 07 Dec 2021 12:05:39 +0000</pubDate>
    </item>
    <item>
      <title>Soulmarks : Chapter 0, Prologue.</title>
      <link>https://sagittaurus.writeas.com/soulmarks-chapter-0-prologue?pk_campaign=rss-feed</link>
      <description>&lt;![CDATA[  421 words.&#xA;  background story introduction. !--more--&#xA;&#xA;Setiap orang yang terlahir ke dunia ini, memiliki tanda belahan jiwa di pergelangan tangan kiri mereka berupa kalimat pendek yang akan dilontarkan oleh belahan jiwa mereka suatu hari nanti. &#xA;&#xA;Cara mereka bertemu dengan belahan jiwa mereka pun berbeda pada setiap individunya. &#xA;&#xA;Ada yang mampu mendengar potongan isi kepala sang belahan jiwa di pikiran mereka, dan akan semakin keras terdengar seiring dengan semakin dekatnya waktu mereka akan dipertemukan.&#xA;&#xA;Dan ada juga yang selama hidupnya hanya melihat dunia dalam warna hitam dan putih lalu perlahan warna lain akan muncul seiring dengan sang belahan jiwa yang semakin mendekat untuk mengampiri mereka.&#xA;&#xA;But Sunghoon didn’t.&#xA;&#xA;Tanda itu tidak pernah ada di pergelangan tangan kirinya semenjak hari kelahirannya. &#xA;&#xA;Sunghoon terlahir dengan warna yang sempurna pada penglihatannya, dunianya tidak pernah berada dalam monokrom.&#xA;&#xA;Dan Sunghoon juga tidak bisa mendengar potongan isi kepala belahan jiwanya. &#xA;&#xA;Keadaannya ini bukan tanpa sebab, tentu saja. &#xA;&#xA;Semua yang terjadi kepada Sunghoon bukan hanya sebuah kebetulan dan keanehan semata. &#xA;&#xA;Namun, ia sedang menanggung hukuman alam atas kesalahan fatal yang dilakukan oleh seseorang karena rasa egoisnya. &#xA;&#xA;Hukuman tak terhindarkan atas kesalahan yang dikutuk oleh semesta.&#xA;&#xA;Tidak, semesta tidak jahat dengan menghukmnya. &#xA;&#xA;Semesta memperbolehkan mereka untuk jatuh cinta kepada siapapun yang mereka inginkan.&#xA;&#xA;Pun ketika nyatanya nanti orang yang mereka inginkan bukanlah belahan jiwa mereka yang sesungguhnya, semesta tidak akan membiarkan luka itu menyapa.  &#xA;&#xA;Alih-alih luka, mereka akan disapa oleh rasa kasih dan cinta yang luar biasa dari sang takdir. &#xA;&#xA;Semesta tidak jahat. &#xA;&#xA;Namun, semesta punya banyak sekali cara untuk menguji ikatan yang telah dibentuk oleh takdir ini. &#xA;&#xA;Rasa tak pernah puas dan nafsu menjadi salah satunya. &#xA;&#xA;Ikatan yang dimiliki antar belahan jiwa hakikatnya tidak bisa diganggu gugat. &#xA;&#xA;Namun sekali saja ikatan itu dinodai, maka ada konsekuensi seumur hidup yang harus diterima disana.&#xA;&#xA;Serta ada pula yang harus menjadi korban. &#xA;&#xA;Dan Sunghoon termasuk ke dalam segelintirnya. &#xA;&#xA;Awalnya, semua terasa membingungkan untuk Sunghoon. &#xA;&#xA;Ia sampai harus berpura-pura memiliki tanda itu di pergelangan tangan kirinya dan berlagak seolah dunianya berwarna hitam dan putih.&#xA;&#xA;Karena menjadi yang berbeda dan hidup dalam ketidakpastian serta tanda tanya besar, ternyata sesulit itu.&#xA; &#xA;Sibuk berandai-andai tentang kapan ia akan terbebas dari jerat hukuman ini atau malah selamanya ia harus hidup seperti ini, ternyata melelahkan itu.&#xA;&#xA;Tapi lama-kelamaan, yang membingungkan malah menjadi terasa memuakkan. &#xA;&#xA;Dan pada akhirnya, sunghoon memilih untuk berhenti memusingkan semuanya. &#xA;&#xA;Kalau seluruh teman-temannya merasa tidak sabar untuk dipertemukan dengan belahan jiwa mereka yang sesungguhnya, maka Sunghoon rasa, ia hanya akan terus membiarkan dirinya jatuh cinta pada seseorang saja dan melihat orang tersebut pada akhirnya pergi karena dirinya bukanlah tempat mereka seharusnya berikrar.&#xA;&#xA;- - &#xA;&#xA;—december 6th,&#xA;cece.]]&gt;</description>
      <content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>421 words.
background story introduction. </p></blockquote>

<p>Setiap orang yang terlahir ke dunia ini, memiliki tanda belahan jiwa di pergelangan tangan kiri mereka berupa kalimat pendek yang akan dilontarkan oleh belahan jiwa mereka suatu hari nanti.</p>

<p>Cara mereka bertemu dengan belahan jiwa mereka pun berbeda pada setiap individunya.</p>

<p>Ada yang mampu mendengar potongan isi kepala sang belahan jiwa di pikiran mereka, dan akan semakin keras terdengar seiring dengan semakin dekatnya waktu mereka akan dipertemukan.</p>

<p>Dan ada juga yang selama hidupnya hanya melihat dunia dalam warna hitam dan putih lalu perlahan warna lain akan muncul seiring dengan sang belahan jiwa yang semakin mendekat untuk mengampiri mereka.</p>

<p><em><strong>But Sunghoon didn’t</strong></em>.</p>

<p>Tanda itu tidak pernah ada di pergelangan tangan kirinya semenjak hari kelahirannya.</p>

<p>Sunghoon terlahir dengan warna yang sempurna pada penglihatannya, dunianya tidak pernah berada dalam monokrom.</p>

<p>Dan Sunghoon juga tidak bisa mendengar potongan isi kepala belahan jiwanya.</p>

<p>Keadaannya ini bukan tanpa sebab, tentu saja.</p>

<p>Semua yang terjadi kepada Sunghoon bukan hanya sebuah kebetulan dan keanehan semata.</p>

<p>Namun, ia sedang menanggung hukuman alam atas kesalahan fatal yang dilakukan oleh seseorang karena rasa egoisnya.</p>

<p>Hukuman tak terhindarkan atas kesalahan yang dikutuk oleh semesta.</p>

<p>Tidak, semesta tidak jahat dengan menghukmnya.</p>

<p>Semesta memperbolehkan mereka untuk jatuh cinta kepada siapapun yang mereka inginkan.</p>

<p>Pun ketika nyatanya nanti orang yang mereka inginkan bukanlah belahan jiwa mereka yang sesungguhnya, semesta tidak akan membiarkan luka itu menyapa.</p>

<p>Alih-alih luka, mereka akan disapa oleh rasa kasih dan cinta yang luar biasa dari sang takdir.</p>

<p>Semesta tidak jahat.</p>

<p>Namun, semesta punya banyak sekali cara untuk menguji ikatan yang telah dibentuk oleh takdir ini.</p>

<p>Rasa tak pernah puas dan nafsu menjadi salah satunya.</p>

<p>Ikatan yang dimiliki antar belahan jiwa hakikatnya tidak bisa diganggu gugat.</p>

<p>Namun sekali saja ikatan itu dinodai, maka ada konsekuensi seumur hidup yang harus diterima disana.</p>

<p>Serta ada pula yang harus menjadi korban.</p>

<p>Dan Sunghoon termasuk ke dalam segelintirnya.</p>

<p>Awalnya, semua terasa membingungkan untuk Sunghoon.</p>

<p>Ia sampai harus berpura-pura memiliki tanda itu di pergelangan tangan kirinya dan berlagak seolah dunianya berwarna hitam dan putih.</p>

<p>Karena menjadi yang berbeda dan hidup dalam ketidakpastian serta tanda tanya besar, ternyata sesulit itu.</p>

<p>Sibuk berandai-andai tentang kapan ia akan terbebas dari jerat hukuman ini atau malah selamanya ia harus hidup seperti ini, ternyata melelahkan itu.</p>

<p>Tapi lama-kelamaan, yang membingungkan malah menjadi terasa memuakkan.</p>

<p>Dan pada akhirnya, sunghoon memilih untuk berhenti memusingkan semuanya.</p>

<p>Kalau seluruh teman-temannya merasa tidak sabar untuk dipertemukan dengan belahan jiwa mereka yang sesungguhnya, maka Sunghoon rasa, ia hanya akan terus membiarkan dirinya jatuh cinta pada seseorang saja dan melihat orang tersebut pada akhirnya pergi karena dirinya bukanlah tempat mereka seharusnya berikrar.</p>

<hr/>

<p>—<em>december 6th</em>,
<em><strong>cece</strong></em>.</p>
]]></content:encoded>
      <guid>https://sagittaurus.writeas.com/soulmarks-chapter-0-prologue</guid>
      <pubDate>Mon, 06 Dec 2021 13:49:07 +0000</pubDate>
    </item>
  </channel>
</rss>